Psikologi Management
“Ballpool” Cafe
Saya
memiliki usaha dibidang makanan atau tepatnya cafe. Awalnya cafe ini kecil
hanya warung makan namun sering dijadikan tempat tongkrongan anak-anak muda
karena jaraknya yang berdekatan dengan kampus. Namun seiring berjalannya waktu
dan adanya rejeki akupun merenovasi warung makan ini menjadi sebuah restoran
dan aku mengambil thema sepak bola untuk cafeku yang baru. Cukup beralasan
kenapa saya mengambil thema tersebut dikarenakan mayoritas pengunjungnya adalah
anak-anak muda terlebih kaum pria. Dengan mengambil thema sepak bola ini lebih
menarik simpati anak-anak muda untuk berkunjung dan cocok sekali untuk menjadi
tempat tongkrongan bagi anak muda. Jadi setiap peralatan dan aksesoris didalam
cafe ini semua berthemakan sepak bola. Untuk menarik pengunjug agar lebih ramai
lagi kami dari pihak cafe setiap satu bulan sekali mengadakan nonton bareng
bola, dan kami pun mempersilahkan untuk fansclub bola menyewa tempat kami
setiap minggunya untuk mengadakan nonton bareng. Saya senang dengan event-event
semacem itu karena dapat memasarkan cafeku ke masyarakat umu agar lebih mengetahuinya.
Menu makanan yang saya suguhkan di
cafe ini pun cukup beragam dari beraneka seafood, ayam, nasi goreng, mie-mie an
dan lain-lain. Begitu juga dengan minuman dari juice, minuman botol hingga
kaleng tersedia di cafe ini. Cafe ini kuberi nama “BallPool Cafe”, kenapa
menggunakan nama itu ? karena saat orang masuk ke dalem cafe ini akan merasa
seperti berada dalam kolam bola yang dimana-mana semua serba serbi cafe ini
adalah sepakbola menjadikan cafe ini menarik dan berbeda. Tidak hanya untuk
anak muda cafe ini juga dibuka untuk umum (anak-anak, orangtua). Cafe ini juga
bukan hanya menjual makanan namum menjual berbagai aksesoris sepak bola, jersey
dan lain-lain untuk semakin menambah nuansa sepak bola dan semakin menarik
simpati mayarakat.
Dari sisi managemen saya akan
bekerja sama dan menjalin komunikasi sebaik mungkin dengan para pekerja di cafe
BallPool ini agar tidak terjadi kesenjangan, tidak kaku antara atasan dengan
bawahan dan membuat suasana kerja senyaman mungkin dengan menghargai setiap
pekerja dengan menerima setiap masukan dan pendapat yang bersifat membangun
untuk cafe ini dan menjadi lebih baik lagi. Namun ketika ada pegawai yang salah
atau kurang betanggung jawab saya akan
menegur dari yang lembut hingga yang kasar, teguran tersebut diberikan untuk
membangun karakter setiap pekerja untuk lebih displin dan bertanggung jawab
namun menyenangkan. Cafe ini juga mengutamakan kenyamanan pada setiap pelanggannya
dengan tidak membedakan genre, ras, kaya, miskin, sebisa mungkin para pekerja
di cafe ini akan melayani dengan senang hati dan dengan senyuman.
Cafe ini juga akan melakukan minimal
seminggu sekali rapat baik itu yang terencana atau dadakan untuk membahas
setiap permasalahan atau apapun itu yang terjadi dalam seminggu. Proses
transparansi sangat dibutuhkan dalam rapat-rapat seperti ini maka dari itu saya
akan menanamkan sikap itu kepada seitiap para pekerja cafe ini. Tidak mewah,
tidak besar namun berstruktur, unik, menyenangkan serta nyaman bagi para
pekerja dan pelanggan itu yang
terpenting dalam membuat suatu usaha dan untuk tetap bertahan dan dicintai oleh
khalayak umum.